Select Your Style

Choose your layout

Color scheme

PERBEDAAN TANAM BENANG & TARIK BENANG

PERBEDAAN TANAM BENANG & TARIK BENANG

PERBEDAAN TANAM BENANG & TARIK BENANG
Awal mula pabrikan kosmetik di eropa menciptakan benang dari bahan polydeoxanone (PDO) dengan bentuk “setipis rambut” dengan panjang yg bervariasi antara 3-8 cm, yg penggunaannya ditanamkan dibawah kulit wajah dgn tujuan untuk peremajaan kulit menjadi lebih kenyal (rejuvenate).
Metode ini kemudian dikenal dengan istilah “TANAM BENANG” karena benang polydeoxanone yg setipis rambut tersebut hanya ditanam saja & tidak mampu digunakan utk menarik wajah (lifting). Beberapa merek benang tipe satu ini antara lain seperti V-Lift, Super V-Lift, Reju, Velux, Screw.
Beberapa tahun kemudian, pabrikan kosmetik di eropa menciptakan benang dari bahan polydeoxanone (PDO) dengan bentuk yg berbeda, yaitu “setebal senar gitar” yg kuat, panjang & terdapat gerigi di sepanjang benang nya dengan panjang 10 cm.
Penggunaan benang tipe kedua ini ditanamkan lebih dalam lagi yaitu dilapisan lemak bawah kulit wajah kemudian ditarik keatas, sehingga terjadi perubahan posisi pipi yg lebih tertarik keatas sekitar 1-2 cm. Nah, metode ini dikenal dengan istilah “TARIK BENANG” dengan terangkatnya struktur pipi keatas (lifting). Beberapa merek benang tipe dua ini antara lain seperti Art-Lift, Aptos, Pullcog, Cara, Miracle, Minerva.
Beberapa tahun kemudian, pabrikan kosmetik di eropa menciptakan benang tipe ketiga yg merupakan penyempurnaan dari benang tipe kedua, yaitu benang dengan penarikan dua arah (bifurkasi) dengan bahan polycaprolactone (PCL) “setebal senar gitar” yg lebih kuat dengan panjang 20 cm & terdapat kaitan di sepanjang benangnya.
Penggunaannya sama dengan benang tipe dua, namun dengan dua arah yaitu arah atas sebagai penjangkar/anchor & arah bawah sebagai tumpuan/pivot, sehingga pipi bisa naik antara 2-4 cm dengan beban 4,2 kg. Benang tipe ketiga ini mampu menjawab tuntutan jaman sekarang yaitu facelift tanpa operasi & wajah menjadi tirus.
Metode ini dikenal dengan istilah “TARIK BENANG DUA ARAH” dengan terangkatnya struktur pipi keatas (lifting) yg lebih sempurna. Beberapa merek benang tipe tiga ini antara lain seperti Silhoutte-Soft, Double-Fix.
BERAPA LAMA BENANG BISA BERTAHAN?
Tergantung dari bahan dasar & ketebalan benang nya, untuk benang tipe satu yg berbahan dasar PDO biasanya kurang dari 4 bulan akan hilang terserap tubuh. Untuk benang tipe dua yg berbahan dasar PDO akan hilang terserap tubuh dalam kurun waktu 1 tahun. Sedangkan benang tipe tiga yg berbahan dasar PCL cukup awet & akan hilang terserap tubuh dalam waktu sekitar 2 tahun.
APAKAH ADA EFEK SETELAH TINDAKAN THREADLIFT?
Pada threadlift/tanam benang tipe satu, tidak banyak efek yg terjadi, kemungkinan sedikit memar & nyeri, solusi dengan pemberian salep anti inflamasi. Pada threadlift/tarik benang tipe dua, ada pembengkakan & nyeri sepanjang otot pipi, solusi dengan pemberian obat oral untuk anti nyeri & anti inflamasi, serta pemberian salep anti inflamasi. Pada threadlift/tarik benang tipe tiga, ada pembengkakan & nyeri yg lebih dalam sepanjang dahi samping hingga pipi bawah/ leher. Solusi dengan pemberian obat anti nyeri & anti inflamasi, serta pemberian salep anti inflamasi.
APA EFEK SAMPING BIASA TERJADI
Efek samping pada umumnya tidak terjadi pada threadlift benang tipe satu, namun sering terjadi pada threadlift benang tipe dua & tipe tiga, seperti :
1. Asimetris wajah, yaitu tarikan yg tidak sama antara wajah sisi kanan & kiri. Solusinya dengan perengangan/pengenduran sisi wajah yg terlalu kencang.
2. Adanya defek/dekok pada titik lubang masuknya benang, namun hal ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
3. Adanya sesuatu yg menonjol, seperti jerawat kecil & ujungnya nyeri. Hal itu disebabkan karena ujung simpul benang kurang dalam tertanam, solusinya dengan melakukan incisi pada kulit & memotong ujung benang.
4. Mulut miring & kelopak mata jatuh, hali ini disebabkan karena efek sesaat dari infiltrasi anastesi & dalam beberapa jam akan normal dengan sendirinya.
5. Abses. Dalam beberapa kejadian kemungkinan terjadi abses sangat kecil, namun bila terjadi infeksi yg cukup serius ini segera lakukan cross incisi, mengeluarkan pus, mencuci dengan saline, dilakukan setiap 2-3 hari sekali, dengan akhir berupa atrofi (bopeng).

ABOUT AUTHOR

NO COMMENTS

GIVE A REPLY